Selasa, 14 Maret 2017

Sinar Jaya Group Memberikan Beasiswa Kepada Anak Karyawan dan Awak Bus Yang Berprestasi Tahun 2016

Acara pemberian bantuan biaya pendidikan kepada anak karyawan dan awak bus yang berprestasi diselenggarakan sebagai bentuk perhatian Sinar Jaya Group dalam bidang pendidikan,
acara ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya dengan harapan agar para siswa dan siswi tetap semangat dalam proses belajar dan mengukir prestasi dengan baik di lingkungan sekolah,sesuai dengan cita cita yang digapai.
 
Acara telah diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2016 pukul 09.30 wib dan dihadiri oleh seluruh direksi PT.Sinar Jaya Megah Langgeng berserta seluruh karyawan dan tamu undangan, pemberian Beasiswa ini diberikan kepada 140 Siswa - siswi yang berprestasi di sekolahnya dari Mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) guna memotivasi Siswa dan Siswa dalam meningkatkan Prestasinya di bidang akademik.
  
Selain menerima bantuan biaya pendidikan, para siswa dan siswi diberikan souvenir yang isinya merupakan perlengkapan sekolah dan diakhir acara tiga siswa dari masing masing sekolah SD,SMP dan SMA serta satu orang tua siswa yang beruntung yang dapat menjawab pertanyaan dari Direktur utama dan pimpinan perusahaan mendapatkan voucher  handphone, acara diakhiri dengan acara makan siang bersama pada pukul 12.00 wib.
 
Share:


Kisah Bus Efisiensi Si Pengguna Telolet Pertama Bertahan di Jawa



Telolet mendadak mendunia. Tak hanya linimasa Twitter Jokowi yang diserang demam telolet, tetapi bahkan menjamah akun milik tokoh-tokoh dunia. Pertanyaannya, dari mana demam telolet ini bermula?

Pengguna telolet pertama ternyata adalah PO Bus Efisiensi. Si pemilik PO awalnya menyebut bunyi klakson khas itu sebagai tolelot, bukan telolet.

"Empat tahun lalu mulai rame anak-anak yang meminta telolet," kata Manajer Komersial PO Efisiensi Syukron Wahyudi, Rabu, 21 Desember 2016.

Ia menuturkan, awal mula penggunaan klakson telolet terinspirasi dari bus di Arab Saudi yang pertama didengar pemilik PO Efisiensi Teuku Eri Rubiansah. Saat pulang, Eri memasangnya di bus miliknya dengan trayek Purwokerto-Yogyakarta.

Bus Efisiensi kini menjadi salah satu moda transportasi paling diminati oleh warga Purbalingga, Purwokerto dan Cilacap. Tujuannya ke Yogyakarta dan sebaliknya.

Seperti yang biasa dilakukan oleh Kukuh Sukmana, warga Purwokerto yang bolak-balik ke Yogyakarta untuk menemui pacarnya. Ia menggunakan Bus Efisiensi karena kereta api seringkali penuh atau hanya bisa digunakan di jam tertentu.

"Kalau di jam tertentu dan mendadak harus pergi ke Yogyakarta saya menggunakan Bus Efisiensi," kata dia.

Sementara untuk menggunakan travel, kata Kukuh, waktunya terbatas dan harus memesan terlebih dahulu. "Kalau pesan mendadak, biasanya sudah habis dulu," kata dia.

Syukron Wahyudi mengaku pernah ada komplain dari pelanggannya soal kurang cepatnya Bus Efisiensi. "Lima jam merupakan waktu yang paling pas berdasarkan penelitian yang kami lakukan," kata dia.

Dengan waktu lima jam, baik trayek Purwokerto-Jogjakarta maupun trayek Cilacap-Yogyakarta, kecepatan bisa normal saja, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama. Syukron menyebutkan, waktu tersebut merupakan rata-rata perhitungan perjalanan bus dengan waktu tercepat dan waktu terlambat.

Syukron mengisahkan, Bus Efisiensi dimiliki oleh Teuku Erry Rubihamzah pada 1994. Trayek perdananya adalah Kebumen - Yogyakarta dengan satu unit bus saja. Erry sendiri yang menjadi sopir bus itu.

Lambat laun, usahanya semakin maju. Pada 1997, ia menambah dua unit busnya. Usahanya terus berkembang hingga ia mampu membeli tambahan tujuh bus besar pada 2000. Selain untuk angkutan penumpang, bus yang dimilikinya juga digunakan sebagai bus pariwisata.

Pada 2003, Erry mencoba melebarkan sayap dengan melayani trayek Cilacap-Yogyakarta. Saat itu, trayek tersebut belum ada pemain yang menggunakan bus patas AC. Jadilah Efisiensi menjadi pemain tunggal di trayek ini. Tak tanggung-tanggung, empat unit bus dikerahkan setiap harinya.

Sukses dengan trayek Cilacap-Yogyakarta, Efisiensi mencoba peruntungan di trayek Purwokerto-Yogyakarta. Ceruk di trayek ini cukup kompetitif.
Share:

Sejarah Bus Pariwisata BGS Trans - Satria Muda

Bus pariwisata Satria Muda merupakan bus pariwisata yang bermarkas di Karanggayam, Kec: Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. Bus pariwisata Satria Muda masih satu pemilik dengan bus pariwisata BGS Trans yang di rintis oleh bapak Darwoto. Berikut foto terbaru bus pariwisata Satria Muda terbaru buatan karoseri Tentrem. Foto ini di ambil oleh rekan Kevin Rico.



Sejarah Bus Pariwisata Satria Muda

Merangkum jejak-jejak sejarah perjalanan hidup pak Woto, beliau sama sekali tidak berpikir untuk menjadi seorang pengusaha bus. Pak Woto sendiri dulunya bercita-cita menjadi Polisi. Dari kegagalannya menjadi Polisi membuat beliau merantau ke Jakarta. Di Jakarta beliau menjadi pegawai bank sebelum akhirnya kena PHK. Kendala tersebut bukanlah akhir dari segalanya bagi Pak Woto. Beliau kemudian kembali mencoba bekerja menjadi sopir pribadi.

Kemudia, berbekal tabungan sekitar Rp 40 juta, Pak Woto mengikuti lelang kendaraan truck. Meski beliau harus menjual telepon genggam, televisi, dan peralatan rumah lainnya, Pak Woto berhasil membawa pulang 1 unit truck. Truck inilah cikal bakal bus pariwisata BGS Trans. Keuletan dan ketekunan beliau membawa usahanya semakin berkembang dan armada trucknya bertambah menjadi 13 unit.

Kemudian beliau mulai melirik bis ¾ atau medium. Pak Woto kemudian menjual beberapa truck-nya untuk membeli 2 unit medium bus Ac untuk pariwisata. Dari 2 unit medium bus ini ternyata hasilnya tak begitu menguntungkan. Kemudian 2 unit bus ¾ tersebut di jual kembali. Setelah itu beliau 6 unit mobil Elf. Pada akhir tahun 2008, Pak Woto mulai tertarik bus besar.

Beliau lalu menjual seluruh truck dan Elf untuk membeli 2 unit bus besar. Akhirnya dari semua kendaraan lawasnya hanya satu yang disisakan yaitu truck yang beliau dapatkan dari hasil lelang sekaligus cikal bakal usahanya.

Usahanya semakin maju dan armadanya juga bertambah banyak. Dalam waktu 1 tahun, BGS Trans berhasil menambah armadanya hingga berjumlah 12 unit dan garasinya di Lumbir semakin. Belakangan BGS Trans Menambah Bus dengan nama " SATRIA MUDA" diambil dari kota Purwokerto yang sering dijuluki Kota "SATRIA" dan "MUDA" yang Mengibaratkan Jiwa Muda Kota Puwokerto jadilah nama "SATRIA MUDA".

Alamat Bus Pariwisata Bgs Trans - Satria Muda:

Karanggayam No. - Rt.01/03, Kel: Karanggayam, Kec: Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah 53177
Share:

Bus adalah kendaraan besar beroda, digunakan untuk membawa penumpang dalam jumlah banyak. Istilah bus ini berasal dari bahasa Latin, omnibus, yang berarti "(kendaraan yang berhenti) di semua (perhentian)".

Sejarah

Cikal bakal bus muncul ketika kendaraan bermotor menggantikan kuda sebagai alat transportasi pada sekitar 1905. Saat itu, omnibus bermotor disebut autobus. Hingga saat ini, Prancis dan Inggris masih menggunakan istilah tersebut. Omnibus pertama dioperasikan di AS. Dimulai dengan pelintasan Jalan Broadway di kota New York pada 1827. Seseorang bernama Abraham Brower, merupakan pemilik pertama bisnis tersebut.
Kemajuan paling penting pada omnibus adalah mobil jalanan. Mobil jalanan pertama ditarik kuda. Yang membedakan adalah keberadaan rel baja yang diletakkan di tengah jalan. Roda-roda mobil jalanan juga terbuat dari baja, yang dibuat sedemikian rupa agar tidak merusak rel. Mobil jalanan pertama beroperasi di Jalan Browery, New York. Dimiliki John Manson dan dibuat oleh seorang keturunan Irlandia bernama John Stephenson.
Pada awalnya, bus merupakana kendaraan yang ditarik kuda, kemudian dimulai dari tahun 1830-an bus bertenaga uap mulai ada. Seiring perkembangan zaman, bus bertenaga mesin konvensional adalah penemuan bus troli elektronik yang berfungsi dengan seperangkat kabel yang ada di beberapa tempat dalam jumlah banyak. Bus bertenaga mesin pertama muncul bersamaan dengan perkembangan mobil. Setelah bus bertenaga mesin pertama pada tahun 1895, berbagai macam model dikembangkan pada tahun 1900-an, sampai akhirnya tersebar luas bentuk bus yang utuh mulai dari tahun 1950-an. Bus menjadi populer pada awal abad 20 karena Perang Dunia I. Ketika itu, kebanyakan sarana rel dialokasikan untuk kebutuhan perang dan karena banyaknya keberadaan mobil pribadi, sehingga diperlukan alat transportasi lain yang dapat mengangkut banyak penumpang.
Saat ini, bus di Indonesia dibagi ke dalam berbagai kategori, berdasarkan ukuran, kelas, jenis, dan jarak. Ada tiga jenis bus berdasarkan ukuran, bus besar, bus sedang, dan bus kecil. Sedangkan berdasarkan kelas ada kelas ekonomi, bisnis rs, bisnis ac, executive, dan super executive. Pembagian berdasarkan kelas ini ditentukan oleh fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh bus.
Ada pula bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus AKAP adalah angkutan dari satu kota ke kota lain yang melalui antardaerah kabupaten/kota yang melalui lebih dari satu daerah provinsi dengan menggunakan mobil bus umum yang terikat dalam trayek. Lain lagi dengan bus antarkota dalam provinsi yang mengangkut dari satu kota ke kota lain yang melalui antardaerah kabupaten/kota dalam satu daerah provinsi. Selain itu, masih ada juga bus kota, seperti metromini, patas, dan sebagainya, serta bus perdesaan.

Jenis

Coach / motorcoach

Coach atau motorcoach biasanya adalah kendaraan yang dirancang untuk bepergian jarak jauh dari bus biasa. Sebagai hasilnya dia dilengkapi dengan kursi yang lebih nyaman, sebuah ruangan untuk tempat bagasi, dan mesin yang lebih besar. Kendaraan ini biasanya lebih tinggi dari bus biasa, dan dilengkapi dengan A.C., toilet, dan sistem audio/video. Mesin yang digunakan harus mampu menempuh trayek yang belum tentu mulus dibeberapa daerah. Bahkan ada yang menggunakan tameng dikaca depan sebagai perlindungan dari aksi pelemparan kaca yang dilakukan orang jahil
Coaches / motorcoach adalah kendaraan yang fleksibel yang dapat digunakan untuk pariwisata, perjalanan liburan atau perjalanan antar-kota. Di Indonesia bus jenis ini dikenal dengan sebutan Bus Antar Kota.

Bus tingkat

Bus wisata adalah sebuah atraksi wisatawan yang umum di kota-kota besar.
Bus tingkat dirancang dengan dua lantai agar dapat memuat lebih banyak penumpang. Dikenal sebagai bagian dari transportasi publik di Jakarta dan juga di beberapa kota besar lain seperti London, Bombay, Hong Kong, Singapura, Dublin, Berlin, Davis, California, dan Victoria, British Columbia.

Bus sekolah

Bus sekolah digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah antara rumah mereka ke sekolah apabila tempat tinggal mereka terlalu jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki. Di AS bus sekolah biasanya memiliki warna khusus yaitu kuning dan dilengkapi dengan lampu peringatan lalu lintas serta perlengkapan pengaman lainnya yang digunakan ketika para penumpang naik atau turun dari bus. Bus sekolah biasanya dioperasikan oleh distrik sekolah atau oleh penyedia jasa bus sekolah yang dikontrak.
First Student memperkenalkan bus-bus kuning di Britania Raya. Namun kebanyakan pelayanan bus sekolah dilakukan dengan menggunakan bus-bus biasa.
Di negara-negara lain, bus sekolah tidak selalu berwarna kuning. Buenos Aires, dan kemungkinan juga bus-bus sekolah lainnya di Argentina diberi warna oranye dan ditulisi "escolares."
Di Jakarta pernah dicoba diperkenalkan bus sekolah oleh pemerintah Jakarta, namun proyek ini tidak berhasil karena seringkali penumpang yang bukan murid sekolah juga ikut menggunakannya. Beberapa sekolah swasta di beberapa tempat di Indonesia memberikan pelayanan bus sekolah bagi siswa-siswanya.

Bus belajar

Bus belajar adalah sebuah bus khusus yang digunakan oleh perusahaan bus untuk melatih ketrampilan mengemudi para pengemudi busnya. Bus ini juga digunakan untuk mendidik orang yang ingin menjadi pengemudi bus. Latihan mengemudi bus di jalan adalah bagian penting dari pendidikan ini, seperti halnya juga pendidikan mengemudi mobil biasa.

Operator Bus di Indonesia

Operator bus adalah perusahaan yang melayani jasa angkutan bus baik penumpang bahkan barang. Biasanya operator bus di Indonesia dikenal dengan PO (Perusahaan Otobus), meskipun di Sumatera banyak operator bus yang berbadan usaha CV, PT dan Fa. Operator di Indonesia antara lain Sumber Kencono, RAYA, BUDIMAN, EKA-MIRA, Coyo, dll.
Share:

Selasa, 28 Februari 2017

Busengineer - CV Sempati Star merupakan perusahaan otobus yang berasal dari Medan Sumantera Barat, alamat PO ini  di Medan Petisah, Jalan Gajah Mada No. 50 Kota Medan. Memiliki armada lebih dari 50 unit, bahkan sempat heboh dengan membeli bis Double Decker Mercedes Benz OC 500 RF 2542 memakai karoseri Adiputro yang dipajang pada Event Akbar Otomotif GIIAS 2015 lalu.
Sumber: ig @yuan_andra
Jajaran armada mereka kini menggunakan berbagai mesin top dari pabrikan Eropa.. Seperti Mercedes Benz 1526, 1626, 1830, 1836, dan 2542. Dari pabrikan lain mereka mempercayakan pada Scania K360iB dan Scania K360 Opticruise. Baru-baru ini PO ini menggunakan chassis  scania K410 IB Opticruise dengan balutan Jetbus SDD2++ dari karoseri Adiputro . Lalu bagaimana spesifikasi dari Scania K410 IB?
Sumber: evrysegee.blogspot.co.id dan editing
Scania k410 ib dibekali dengan fitur transmisi canggih Opticruise, Mesin ini bisa menghasilkan tenaga maksimum 410 HP atau 306 Kw pada 1.900 rpm dan merupakan jenis mesin yang  irit konsumsi bahan bakar.

Pengendalian sistem pembakaran melalui engine management system untuk memberikan proses pembakaran yang sempurna dengan keluaran tenaga maksimal pada putaran rendah, di 2.000 Nm pada 1.000 sampai 1. 350 rpm. Sementara, standar emisinya sudah memenuhi standar Euro 3 yang ramah lingkungan.
Bis ini dilengkapi fitur keamanan maksimal berupa Electronic Braking System (EBS) dan Anti Lock Brake System (ABS), retarder, bus stop brake dan fitur hill hold yang membuat bus tidak mengalami rollback saat berhenti pada saat kondisi tanjakan.

Bis ini memiliki kenyamanan dengan memiliki fitur Fast Boarding yang dikendalikan menggunakan Electronic Levelling Control (ELC) karena ketinggian bis dapat diatur agar dapat mempermudah akses keluar dan masuk penumpang.
Berikut ini spesifikasi lengkap chassis Scania 410



Share: